Sekilas Tentang Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS

Berdirinya Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Daerah Aliran Sungai (BTPDAS) diawali dengan terjadinya banjir besar Sungai Bengawan Solo pada tahun 1966 yang menyadarkan akan pentingnya upaya konservasi tanah dan air melalui suatu sistem pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Upaya penanganan wilayah DAS dimulai dengan dibentuknya Proyek Penghijauan Departemen Pertanian 001 pada tahun 1969, kemudian tahun 1972 dilakukan Proyek "Upper Solo Watershed Management and Upland Development Project" (TA INS/72/006).

Kegiatan uji coba pengelolaan DAS terus dikembangkan melalui Proyek Pusat Pengembangan Pengelolaan DAS (Proyek P3DAS) yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 261/Kpts/Um/4/1979 tanggal 7 April 1979. Proyek P3DAS diubah menjadi Balai Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Surakarta (BTPDAS Surakarta) melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. 098/Kpts-II/1984. Melalui Kepmenhut No. 6178/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002, BTPDAS Surakarta berubah nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Indonesia Bagian Barat (BP2TPDAS-IBB).

Selanjutnya dilakukan penyempurnaan BP2TPDAS-IBB menjadi Balai Penelitian Kehutanan Solo (BPK Solo) melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.39/Menhut-II/2006, dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Kemudian pada tahun 2011 dilakukan penyempurnaan dengan terbitnya Permenhut No 31/Menhut-II/2011, BPK Solo diubah menjadi Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS (BPTKPDAS) dengan wilayah kerja seluruh Indonesia.







PUBLIKASI

Arsip Publikasi »


Berita Terkini